Pengacara Sangkal Tersangka Korupsi Masjid Sriwijaya Hilang Ingatan

  • Whatsapp

Bambu.id – Kejati Sumatera Selatan dan kuasa hukum membantah berita mengenai tersangka dugaan korupsi Masjid Raya Sriwijaya, Ahmad Nasuhi yang hilang ingatan. Mereka menyatakan keadaan Ahmad Nasuhi sekarang ini kerap mengeluh lemah gara-gara penyakit hidrosefalus dan aneurisma yang dialaminya sejak lama.

Sebelumnya viral di sosial media berita mengenai Ahmad Nasuhi yang alami hilang ingatan pascapenetapan tersangka dugaan korupsi Masjid Raya Sriwijaya Palembang.

Bacaan Lainnya

Kabar hilang ingatan itu salah, saya tak pernah ngomong seperti itu ke media. Namun karena penyakitnya itu jika tidak dirawat, dapat menyebabkan stroke, hilang ingatan, bahkan juga kematian,” tutur Pengacara Ahmad Nasuhi, Ridho Junaidi.

4 orang terdakwa telah menjalani persidangan yaitu Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Eddy Hermanto, Ketua Panitia Divisi Lelang Syarifudin, Project Manajer PT Yodya Karya sebagai kontraktor Yudi Arminto, dan Kerja sama Operasional (KSO) PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya Dwi Kridayani.

Sementara Mukti Sulaiman, mantan Sekda Sumsel era Gubernur Alex Noerdin yang ditetapkan tersangka pada hari yang sama dengan Nasuhi masih menanti jadwal persidangan.

Nama Alex Noerdin juga ikut terbawa dalam dugaan korupsi itu. Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum Kejati Sumsel dalam sidang pertama empat tersangka kasus korupsi ini, Alex Noerdin disebut menerima fee sebesar Rp2,34 miliar dan uang sewa helikopter Rp300 juta dari PT Brantas Abipraya dan PT Yodya Karya sebagai pemenang tender pembangunan masjid itu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *